Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Menolong Korban Laka Lantas: antara Rasa Kemanusiaan dan Rasa Takut

Posted by djadjasubagdja on January 3, 2013

Awal tahun 2013 diawali berita kecelakaan maut di Jagorawi KM 3,350. Kecelakaan lalu lintas itu ramai dibicarakan orang karena merengut nyawa dua orang dan melibatkan anak seorang menteri. Dua hari kemudian muncul pemberitaan mengenai Rangga, seorang pemuda warga Bogor, yang pada saat kecelakaan tersebut terjadi, ada di lokasi.

Menurut penuturan Rangga dalam sebuah acara berita di stasiun televisi, ketika kecelakaan terjadi dia berhenti, lalu dia menolong beberapa korban, membawa nya ke rumah sakit terdekat dengan mobilnya, lalu kembali ke tempat kejadian. Banyak hal yang disampaikan, terkait kecelakaan tersebut. Namun yang menarik bagi saya adalah sikapnya yang tidak cu’ek, dia berhenti, menolong, dan berteriak-teriak ke mobil yang lewat agar mengabari pihak berwajib.

Saya sendiri tidak bisa membayangkan jika saya berada di tempat kejadian. Mungkin saja saya berhenti, tapi yang paling mungkin saya lakukan adalah menelepon kantor polisi. Lalu menunggu hingga polisi dan ambulans datang.

Di negara kita, menolong dengan membawa korban kecelakaan ke rumah sakit terdekat itu bukan hal yang sering dilakukan orang-orang. Saya sendiri pernah jatuh dari motor, dan setelah hilang rasa terkejut saya, lalu saya naik becak sendiri ke rumah sakit, setelah menitipkan motor ke tukang parkir terdekat.

Ketika terjadi kecelakaan maut di dekat Tugu Tani, ada banyak mobil melintas, tapi hanya satu mobil bak yang berhenti dan menolong mengangkut korban ke rumah sakit. Apakah masyarakat kita tidak memiliki kesetiakawanan sosial? Saya kira bukan demikian. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka takut menolong korban laka lantas karena takut malah dituduh sebagai penabrak, atau minimal dijadikan saksi di pengadilan yang pasti akan mengganggu waktu aktivitas sehari-hari.

Kemudian saya jadi teringat hal yang pernah dilakukan ayah kami sekitar tahun 90-an. Beliau pulang dari kantor dengan beberapa percikan darah di kursi mobil dinasnya, bahkan karung beras pembagian juga terkena noda darah. Pak sopir kantor langsung membersihkan noda-noda darah di mobil.

Saya kaget juga, lalu bertanya apakah mereka mengalami kecelakaan. Ternyata tidak. Ayah saya langsung ke kamar mandi, pak sopir menjelaskan sambil mencuci jok mobil. “Tadi kami menolong korban tabrak lari. Si korban tidak sadarkan diri. Orang lain gak berani nolong, karena takut disangka penabrak. Ya akhirnya Bapak putuskan untuk nolong dan bawa ke rumah sakit. Kalau Bapak kan pake seragam, jadi rumah sakit pasti percaya bahwa bukan kami yang menabrak,” demikian pak sopir menjelaskan.

Lega juga saya, karena tadinya saya pikir mereka mengalami kecelakaan. Setelah keluar dari kamar mandi, ayah saya juga menceritakan ulang. “Ya itulah, kenapa orang lain takut menolong, bukan karena mereka tidak mau menolong, bukan karena rasa kekeluargaan sudah hilang, tapi karena takut. Kalau bapak kamu ya gak takut, rumah sakit percaya sama bapak, karena bapak kan tentara.”

Diam-diam, saya salut dengan ayah saya. Bagaimanapun juga, meskipun tidak ada resiko dituduh penabrak, tapi kan mobil jadi kotor oleh bercak darah korban. Dan kenyataannya memang demikian. Pak sopir harus kerja ekstra membersihkan jok mobil. Kebetulan saja joknya dari bahan imitasi, jadi tidak sulit membersihkannya. Bagaimana kalau terbuat dari kain? Barangkali itu juga kenapa orang-orang suka enggan menolong membawa korban laka lantas dengan mobilnya.

Terlepas dari itu, apa yang dilakukan ayah saya mungkin kecil artinya jika dibandingkan orang-orang hebat yang tindakan heroiknya tertulis di buku-buku sejarah. Namun satu hal yang beberapa tahun kemudian saya sadari, yakni ayah saya hanya diberi sakit beberapa jam saja sebelum akhirnya beliau meninggal. Hanya semalam saja beliau di rumah sakit, setelah itu meninggal dengan tenang.

Advertisements

One Response to “Menolong Korban Laka Lantas: antara Rasa Kemanusiaan dan Rasa Takut”

  1. Chester said

    You post interesting posts here. Your website deserves much more visitors.
    It can go viral if you give it initial boost, i know very useful tool
    that can help you, just type in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: