Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Model Bisnis e-Book: Sebuah Pemelajaran dari China

Posted by djadjasubagdja on May 31, 2012

Model Bisnis merupakan salah satu kunci sukses sebuah aktivitas bisnis. Bahkan di abad ke-21 ini telah menjadi kunci terpenting dalam menentukan kesuksesan sebuah bisnis. Sebut saja Google atau Facebook yang mengawali bisnisnya dengan berinvestasi dalam penyediaan layanan/jasa kepada publik secara gratis, lalu setelah komunitas pengguna jasa terbentuk maka berdatanganlah pengiklan. Itulah model bisnis mereka. Bayangkan jika Google atau Facebook telah terlebih dahulu mematok tarif layanan kepada pengguna di awal, mungkin bisnis mereka tidak akan meraksasa.

 

Di dunia Penerbitan, model bisnis yang lazim adalah pola penerbit-distributor-toko (untuk buku-buku fiksi dan nonfiksi/umum). Sementara itu, penerbit buku pelajaran kebanyakan memakai pola penerbit-distributor-sekolah/kampus. Dengan kata lain, penerbit mengolah naskah, mencetak, lalu menjualnya melalui distributor. Selain itu, pasti ada beragam pola lainnya, tapi umumnya seperti itulah model bisnis penerbitan buku cetak.

 

Lantas bagaimana dengan buku versi elektronis atau yang lebih kita kenal dengan e-book? Dikbud sebetulnya telah menerbitkan e-book, dengan nama BSE (Buku Sekolah Elektronik) sejak tahun 2009-an. Apakah model bisnisnya bisa ditiru oleh penerbit swasta? Tentu saja tidak. Dikbud membeli naskah BSE dari penulis, lalu mengunggahnya ke internet untuk diunduh oleh siapa pun secara gratis. Tentunya model bisnis ini tidak bisa diejawantahkan di penerbitan buku yang dikelola pihak swasta.

 

Jadi, seperti apa model bisnis e-book yang cocok untuk penerbit swasta? Tentunya ada beragam model; dan keberagamannya ditentukan oleh banyak hal, seperti iklim bisnis, demografi, ketersediaan teknologi, perilaku konsumen yang ditargetkan, regulasi, dan sebagainya. Namun ada baiknya juga kita melihat kisah-kisah sukses bisnis e-book. Berikut ini adalah salah satu kisah sukses sebuah penerbit yang berbisnis e-book.

Shanda adalah sebuah penerbit buku konvensional (buku cetak) di China yang terjun ke bisnis e-book tanpa meninggalkan bisnis awalnya. Penerbit tersebut memiliki model bisnis yang unik. Shanda menyediakan sebuah situs jejaring (website) yang bisa diakses siapa pun untuk mengunggah naskah, tanpa harus meminta ijin. Lalu, publik bisa membaca naskah-naskah yang diunggah tersebut secara gratis. Jika sebuah naskah banyak diakses pengunjung, mereka hubungi penulisnya untuk ditawari kerja sama penerbitan. Setelah ada perjanjian penerbitan, naskah si penulis tersebut dipindahkan ke laman lain yang aksesnya berbayar.

 

Dari beberapa naskah yang di saat masih berada di laman gratisan banyak dibaca pengunjung, ternyata masih tetap diakses banyak pengunjung ketika sudah tersimpan di laman berbayar. Setelah berada di laman berbayar, ternyata siklusnya belum berhenti, e-book yang banyak dibaca biasanya dicetak, dijadikan buku konvensional. Ternyata, setelah menjadi buku konvensional pun, tetap saja penjualannya bagus.

 

Pengalaman Shanda ini disampaikan oleh CCO (Chief of Copyrights Officer) mereka, Zhou Hongli, di sebuah simposium menganai hak cipta di Abu Dhabi pada tahun 2010 lalu. Memang tidak banyak yang disampaikan Zhou mengenai bagaimana mereka menarik bayaran untuk laman berbayar mereka. Zhou hanya mengungkapkan bahwa Shanda mempersilakan pembacanya membeli “hak baca on-line“, lalu para pembaca tersebut dapat mengakses/membaca sejumlah e-book sesuai dana yang telah dibayarkan kepada Shanda.

 

Model bisnis ini menarik, sekaligus menunjukkan bahwa naskah yang banyak peminatnya pastilah akan selalu diminati; tidak bergantung pada medianya. Kisah sukses Shanda ini juga menunjukkan pada kita bahwa penerbit tidak perlu melakukan ‘hijrah’ dari buku konvensional ke e-book, tapi cukup menambahkannya saja. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: