Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

KM 90-100 Cipularang: Antara Teknis, Supranatural, dan Pengemudi

Posted by djadjasubagdja on September 10, 2011

Sebetulnya, kecelakaan di jalan sering kali terjadi, di manapun di belahan dunia ini. Apa lagi di musim libur. Hal ini tentunya sesuai dengan hukum alam dimana peluang kejadian berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas.

Demikian pula halnya dengan kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang di ruas KM 90 – 100, arah dari Bandung ke Jakarta. Frekuensinya meningkat sebanding dengan peningkatan kendaraan yang melaluinya. Sesuai dengan hukum alam, tepatnya ilmu statistik. Ooooops!! Namun, tentunya hal itu bukan pembenaran. Apa lagi korban jiwa relatif cukup banyak.

Seingat saya, dulu pernah ada rekan saya yang menulis panjang lebar mengenai ruas KM 90-100 beberapa hari setelah pembukaan Tol Cipularang. Teman saya ini bekerja di PT Telkom, tinggal di Jakarta, jadi sering melakukan perjalanan ke Kantor Pusat PT Telkom di Bandung. Rekan saya ini juga seorang sarjana fisika, yang mengerti mengenai gaya sentrifugal/sentripetal (terutama yang dialami kendaraan saat melaju di tikungan).

Dalam tulisan teman saya itu, dia menekankan pada hubungan antara sentripetal/sentrifugal yang muncul di kendaraan saat menikung dengan konstruksi jalan di ruas tersebut. Kemudian beberapa pekan setelah dikomersilkan, beberapa bagian Tol Cipularang mengalami longsor alias ambruk. Kemudian media mengkritisi konstruksi jalan tersebut. Struktur jalan dalam hubungannya dengan sentrifugal/sentripetal tadi juga muncul sedikit. Beberapa pakar mengkaitkan disharmoni antara usulan konsultan dan pelaksanaan pengerjaan.

Namun kemudian polemik di atas berhenti seiring dengan perbaikan dan penyempurnaan. Aspal pun mulai dilapiskan di atas badan jalan yang berupa beton. Pengguna merasa lebih nyaman dan puas. Perbincangan mengenai konstruksi jalan tol ini berangsur-angsur hilang di media. Fenomena baru malah muncul, yakni menjamurnya bisnis jasa travel Bandung-Jakarta yang memanfaatkan minibis.

Di Bulan September 2011 ini kembali tol Cipularang menjadi primadona media. Hampir semua media mengkritisi struktur ruas antara KM 90 hingga KM 100 jalan Tol Cipularang. Banyaknya kecelakaan di ruas jalan tersebut menimbulkan asumsi bahwa strukturnya tidak benar. Hal ini kemudian diluruskan oleh pakar dari ITB. Semoga apa yang disampaikannya benar.

Pemberitaan di media cetak dan perbincangan di televisi mengenai ruas ini tetap saja marak. Malah kini mengarah ke hal-hal yang bersifat supranatural. Media menyajikan berita dan artikel yang berkaitan dengan ruas jalan ini dari sisi struktur jalan, kelaikan kendaraan, kecergasan pengemudi, hingga ke penampakan-penampakan yang sering dilihat para pengemudi bis dan travel.

Tiba-tiba saya jadi ingat cerita almarhum sepupu saya yang berprofesi sebagai pengemudi travel. Almarhum bercerita bahwa banyak orang yang meyakini di sekitar ruas jalan tersebut ada hal-hal yang bersifat supranatural. Entah benar atau tidak, tapi katanya ketika jalan tersebut tengah dibangun, penduduk setempat menyarankan diadakan ruwatan di sekitar ruas tersebut. Ruwatan kemudian diselenggarakan dengan pementasan wayang semalam suntuk. Penontonnya hanya sedikit, tapi suasananya sangat “ramai”, katanya. Entahlah.

Namun kita juga tidak boleh mengingkari fakta lainnya dari beberapa kecelakaan maut di ruas jalan tersebut, yakni pengemudi yang mengantuk. Setidaknya dua dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di ruas tersebut pada saat masa mudik Lebaran, pengemudinya mengaku mengantuk. Fakta lainnya adalah kelebihan penumpang pada beberapa kendaraan yang mengalami kecelakaan (yang disertai korban jiwa).

Bandung dan Jakarta seperti dua kota yang tidak dapat dipisahkan. Sejak jaman Belanda, ramai orang bepergian dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya. Sebelum Tol Cipularang ada, jalur Bandung – Jakarta, baik melalui Puncak maupun melalui Purwakarta, selalu ramai. Mobilitas penduduk di kedua kota ini sangat tinggi. Baik untuk pelesir maupun untuk keperluan pekerjaan atau bisnis.

Hal ini menimbulkan konsekuensi pada tingginya pemakaian sarana jalan Tol Cipularang. Apa lagi di saat akhir pekan atau musim liburan (termasuk musim mudik Lebaran). Apakah penyebab kecelakaan maut itu karena kondisi teknis struktur jalan di ruas tersebut, atau karena ada gangguan supranatural, atau karena ketidaklaikan kendaraan, atau karena kelalaian pengemudi? Tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti. Kalaupun ada, semua bisa dibalikkan dengan fakta lain bahwa: 1. tidak semua kendaraan yang melintas mengalami kecelakaan, 2. tidak semua kendaraan jenis tertentu mengalami kecelakaan, 3. Tidak semua kendaraan yang bermuatan lebih mengalami kecelakaan, dan 4. tidak semua pengemudi ngantuk/lelah mengalami kecelakaan.

Sebagian dari kita mengatakan bahwa itu semua sudah takdir. Itu benar adanya. Namun hal yang sudah pasti adalah bahwa di ruas jalan tersebut banyak dipasang rambu peringatan dan rambu pembatas kecepatan. Kalau kita sering melintas di ruas ini, kita sendiri juga akan merasakan bahwa kita tidak layak untuk memacu kendaraan kita seperti di ruas-ruas lainnya. Jadi, sekarang ini, yang penting adalah peningkatan kewaspadaan dari para pengemudi.

Pengemudi hendaklah menyiapkan kebugaran dan kecergasan diri. Jangan lupa juga mengontrol kondisi kendaraan. Kemudian berhati-hatilah, TERUTAMA ketika melintas di ruas KM 90-100 Tol Cipularang. Patuhi rambu-rambu yang telah disediakan operator tol. Terakhir, jangan lupa berdoa sebelum memulai perjalanan, memohon perlindungan dari hal-hal nyata dan hal-hal ghaib.

Memang nampak hebat ketika hanya menghabiskan 1,5 jam melintasi jalan tol dari Bandung menuju Jakarta atau sebaliknya. Namun jika hal itu beresiko, maka 2 jam atau 2,5 jam juga oke saja, karena yang telah menempuh 1,5 jam pun tidak pernah mendapat medali atau piala di atas podium juara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: