Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Nonton Bola: Adakah Manfaatnya?

Posted by djadjasubagdja on July 5, 2010

Ketika Argentina kalah 0-4 dari Jerman, semenit kemudian saya lihat hampir semua teman yang on-line di Facebook menulis status yang berkaitan dengan hasil pertandingan ini. Beberapa jam sebelumnya, boleh dibilang 60% status teman-teman berisi kata-kata yang mengarah ke sepak bola. Bahkan satu dua orang teman yang tidak hobi menonton sepak bola pun statusnya mengarah ke sepak bola. Teman-teman yang anti_bola pun statusnya juga bernuansa bola, meskipun itu berupa kritikan.

Pendek kata, sebagian besar dari kita cukup rajin menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Apakah ini baik? Apakah ada manfaatnya? Apakah bermanfaat bagi diri kita sendiri? Apakah ada manfaatnya bagi masyarakat atau negara? Entahlah, tapi yang jelas, pertandingan-pertandingan tersebut bisa menghibur yang menontonnya.

Namun demikian, alangkah baiknya jika kita juga menarik manfaat yang lebih banyak dari sekadar menghibur diri dengan tontonan sehat. Coba kita tarik beberapa pelajaran berharga dari sepak bola. Jika kita lakukan, maka akan banyak hal yang bisa kita pelajari, dan kita manfaatkan dalam kehidupan kita sehari hari. Apa saja yang bisa kita tarik manfaat atau kita pelajari dari menonton sepak bola ini?

Ketika Spanyol kalah dari Swiss di babak penyisihan, kita dapat menyaksikan kepiawaian David Villa, Fabregas, atau Torres dalam memainkan bola, tapi selalu saja gagal menyarangkan bola yang digiringnya ke gawang Swiss. Pola serangan Spanyol di pertandingan pertamanya tersebut terasa monoton, dan seolah tidak ada inisiatif mengubah pola serangan, dan akhirnya mereka kalah dari tim nonunggulan. Namun di pertandingan-pertandingan berikutnya, pola serangan Spanyol bertambah baik, dan mampu menundukkan lawan-lawannya.

Tim Spanyol, dengan segudang pemain bintang kelas dunia mestinya tidak kalah di pertandaingan awal. Setidaknya demikian harapan para penggemarnya. Namun kenapa baru terlihat baik di pertandingan-pertandingan berikutnya? Dari sini kita dapat menarik pelajaran berharga bahwa kemenangan tidak bisa diperoleh oleh segerombolan pemain handal tapi miskin strategi. Dalam kehidupan sehari-hari pun sama. Sebuah bisnis tidak akan pernah mencapai visi dan misinya jika perusahaan hanya diisi oleh sekumpulan ahli tapi tanpa strategi dan kepemimpinan yang jelas. Demikian pula dalam sebuah pemerintahan.

Lantas kita juga menyaksikan betapa tragis nasib tim Argentina ketika ditaklukkan Jerman dengan telak. Kalah atau menang dalam pertandingan adalah hal yang wajar, tapi skor 0 – 4 adalah pil yang sangat pahit yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Boleh jadi tim Argentina ini mirip tim Spanyol yang juga bertabur bintang kelas dunia, tapi kan Argentina telah menunjukkan performansi yang sangat baik dari sejak pertandingan pertamanya.

Dari fenomena kedua ini kita dapat melihat bahwa mungkin saja tim yang mengandalkan pemain handal bisa memenangi beberapa pertandingan, tetapi tetap akan tumbang manakala menghadapi sebuah tim yang memiliki strategi bermain yang sangat baik. Jerman boleh jadi hanya memiliki Klose dan Podolski, sisanya adalah pemain-pemain muda. Namun pelatihnya, Joachim Loew, benar-benar pelatih, tidak hanya mondar-mandir di pinggir lapangan sembari menebar pesona.

Dari kekalahan Argentina kita bisa menarik pelajaran bahwa sebuah tim yang bertabur bintang tapi kurang mantap dalam strategi sama saja dengan sekumpulan snipper tanpa komandan yang disuruh menyerbu musuh. Argentina seperti bermain tanpa strategi, padahal pelatih mereka adalah seorang mantan bintang lapangan juga. Jadi, belum tentu seorang bintang pasti bisa jadi pelatih yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, belum tentu seorang ahli bisa menjadi seorang manager yang baik.

Satu hal yang selalu mengganggu saya ketika menonton pertandingan sepak bola adalah keputusan wasit yang keliru, setelah kita melihat tayangan-ulang yang diperlambat (slow motion). Mestinya sepak bola memanfaatan teknologi untuk membantu wasit. Hal ini sudah diaplikasikan dalam perwasitan American footbal atau tenis. Dengan demikian keputusan wasit jauh dari kontroversi. Jika hal ini sudah diaplikasikan, barangkali Inggris tidak akan kalah, atau setidaknya kekalahannya akan tipis saja.

Dari hal ini kita dapat mengambil hikmah bahwa teknologi bisa memberi manfaat pada banyak hal, tidak hanya pada tujuan awalnya. Pada awalnya kamera hanya dipakai sebgai alat pembuat film atau acara hiburan, tapi juga ternyata bermanfaat dalam bidang-bidang lainnya seperti dokumentasi, keamanan, dan olah raga. Itu artinya kita harus terus mempelajari teknologi dan mengembangkannya. Kita juga bisa menciptakan manfaat baru dari sebuah teknologi yang telah tercipta, seperti dalam kasus kamera tadi.

Jadi, ada banyak hal yang bisa kita tarik manfaatnya dari menonton sepak bola. Jika kita hanya memanfaatkan sebagai sarana hiburan saja, maka hanya hiburan lah yang kita dapat. Mari kita mengambil manfaat yang banyak dari menonton sepak bola. Jangan malah bertaruh atau kebablasan melupakan hal-hal yang wajib.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: