Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Peringkat Perguruan Tinggi: Beneran?

Posted by djadjasubagdja on May 21, 2010

Beberapa hari yang lalu muncul berita di detik.com yang menyebutkan bahwa menurut lembaga survey QS (www.topuniversities.com) peringkat ITB ada di urutan ke 113 Asia, sementara UI di peringkat 50 Asia. Namun pada hari ini muncul pernyataan dari mantan Rektor ITB, Djoko Santoso, di detikBandung.com yang pada intinya meragukan pemeringkatan tersebut.

Beliau menyebutkan beberapa keganjilan, terutama dengan memasukkan ITB ke kategori universitas, dimana untuk kategori universitas (yang penilaiannya meliputi seluruh bidang-bidang ilmu sebagaimana yang umum dimiliki sebuah universitas), sementara ITB jelas-jelas tidak memiliki bidang-bidang ilmu hukum, sospol, atau kedokteran. Masuk akal juga, karena menurut QS juga, kalau untuk bidang IT & Engineering, ITB ada di peringkat 30 Asia.

Pemberitaan pertama di detik.com di atas pernah saya posting di Facebook, tepatnya di grup IA ITB, ITB ’86, dan Fisika ITB ’86. Tentu saja dengan maksud mengingatkan sivitas akademika dan alumni bahwa ITB harus berlari lebih kencang lagi. Sebagai alumnus ITB, saya merasa berkewajiban mengabarkan hal ini kepada sesama alumni dan almamater. Katakanlah kritik pribadi.

Rupanya tidak hanya saya yang mengikuti pemeringkatan ini. Rekan saya, Didik Djunaedi, yang sama-sama alumnus ITB, mem-posting sebuah link situs pemeringkatan lainnya, yakni http://www.4icu.org/topAsia/ yang menyebutkan bahwa ITB ada di peringkat 11 Asia. Ah, jadi ini mana yang benar? Kenapa perbedaan posisinya sangat jauh?

Lama saya memelototi situs ini, lantas saya cari almamater saya satu lagi, yakni UI. Ternyata saya tidak menemukan UI. Padahal di QS menempati posisi 50 Asia. Ah, apa benar pemeringkatan di situs ini? Lantas, jika merujuk ke pernyataan pak Djoko Santoso di detikBandung, apakah lembaga-lembaga survey pemeringkatan ini benar? Apa saja sih kriterianya?

Jadi merenung juga saya, tapi tidak terlalu lama. Tiba-tiba saja saya tersenyum, lantas berkesimpulan.
Peringkat perguruan tinggi boleh lah dibikin-bikin oleh lembaga survey, atau oleh Unesco sekalipun. Namun peringkat yang sesungguhnya kan ada di masyarakat. Ketika kita memilih sekolah, kita tidak pernah melihat peringkat, kita biasanya lebih mendengar alumni. Kita juga biasanya lebih melihat prestasi alumninya di masyarakat.

Peringkat berapapun; baik itu ITB, maupun UI, kalian berdua are the best! Vivat almamater!

Advertisements

One Response to “Peringkat Perguruan Tinggi: Beneran?”

  1. agorsiloku said

    Abu Rizal Bakri peringkat berapa ya sekarang…. , jangan-jangan peringkat 1 😀
    Peringkat adalah lahan, sama seperti tinju, ada 3 juara tinju dunia, dan semuanya juara dunia….
    Namun, tentu dicari juga, kriteria pemeringkatan harus juga dijelaskan, tentu bukan banyaknya jurusan atau bidang keahlian saja sebagai ukurannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: