Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Berkarir Berbekal Doa

Posted by djadjasubagdja on May 13, 2010

Lagu “Father and Son” (Cat Steven) tiba-tiba mengingatkan saya pada ayahanda almarhum. Bukan karena liriknya, tapi lebih karena judulnya. Entahlah, tiba-tiba saja jadi teringat peranan beliau dan ibunda dalam mendidik dan membesarkan kami. Namun, mungkin karena ayahanda sudah tiada, dan banyak hal di pagi tadi yang membuat hati saya meresonansi hati si sulung yang sedang bepergian, menjadikan saya lebih teringat kepada almarhum. Tanpa mengecilkan peranan ibunda tercinta, ijinkan saya berbagi tulisan ini.

Setahu saya, dulu ayahanda tidak terpanggil meneruskan sekolah militer di USA (sekitar tahun 74-an) karena nilai bahasa Inggrisnya kurang baik dibandingkan dengan beberapa teman kursusnya. Namun saya lihat beliau tidak berkecil hati dengan kenyataan itu. Beliau tetap bersemangat mempelajari bahasa Inggris sambil terus memotivasi kami, anak-anaknya, untuk belajar bahasa Inggris (meskipun saat itu di SD belum ada pelajaran bahasa inggris). Rupanya beliau berprinsip, jika diri sendiri tidak bisa menggapainya, maka harapan itu “diwariskan” ke anak-anak.

Saya masih ingat, beliau menuliskan kata-kata “PPPK, open here” di kotak P3K kayu bercat putih buatan beliau sendiri. Ketika saya masih di SD, di saat-saat kami bercengkrama, beliau selalu mengajarkan beberapa kata dalam bahasa Inggris. “Lihat sendiri di kamus!”, kata beliau ketika saya menanyakan sebuah kata dalam bahasa Inggris ketika mengisi TTS. Ketika itu, anak SD belum belajar bahasa Inggris, jadi memang sangat terbatas kosa kata yang saya kuasai.

Ketika mulai belajar bahasa Inggris di SMP, saya sudah disuruh membuka Advanced Learner’s Dictionary terbitan Harvard dan beberapa modul kursus milik beliau. Terus terang, hal ini mungkin yang membuat nilai bahasa inggris saya selalu yang tertinggi dibandingkan nilai-nilai saya untuk mata pelajaran lainnya. Bahkan di NEM SMA pun nilai tertinggi saya adalah bahasa Inggris.

Motivasi dan dorongan yang diberikan almarhum untuk belajar bahasa Inggris itulah rupanya yang membuat saya sampai saat ini masih senang mempelajarinya. Bahkan boleh dibilang, kemampuan bahasa Inggris itulah yang telah memberikan saya kesempatan ditugasi oleh perusahaan/organisasi untuk melakukan perjalanan dinas ke luar negri.

Tidak berlebihan juga jika saya katakan bahwa pekerjaan pertama, di Penerbit Erlangga, saya dapatkan karena kemampuan bahasa inggris saya. Saya masih ingat, materi tes masuk kerja saya pada waktu itu adalah menerjemahkan beberapa halaman dari buku “Medical Physics” (John Cameron), dan itu yang membuat saya diterima.
Kemampuan bahasa Inggris itu pula yang kemudian, setelah beberapa bulan bekerja, membuat saya ditugasi mengikuti kursus TOEFL oleh perusahaan. Setahun kemudian saya diberi kesempatan untuk mempelajari bahasa Inggris di University of Maine di USA. Saya yakin sekali, kedua orang tua saya, pada waktu itu, terutama ayahanda, sangat senang dengan penugasan tersebut.

Rupanya itulah hidup saya, doa orang tua yang membuat saya bisa mengenal negri orang. Tidak lama setelah itu, beberapa penugasan ke luar negri saya terima. Baik itu ketika saya bekerja di Erlangga, maupun sekarang ini ketika saya bekerja di Penerbit Yudhistira-Ghalia dan berorganisasi di IKAPI. Ayah saya seumur karirnya tidak pernah mendapat kesempatan penugasan ke luar negri. Namun beliau tidak berputus harapan. Beliau gantungkan harapan itu ke anak-anaknya, dan Alhamdulillah itu diberikan melalui saya.

Sebetulnya, kalau boleh jujur, seumur saya bersekolah, saya lebih banyak menghabiskan waktu belajar matematika dan fisika dibandingkan dengan bahasa Inggris. Boleh dikatakan, saya belajar bahasa Inggris dengan santai saja, kadang sambil nonton televisi bersama ayahanda mendiskusikan pelajaran bahasa Inggris. Namun, bahasa inggris itulah yang sangat berperan dalam perjalanan karir saya; dan saya yakin itu bukan semata karena kemampuan saya, tapi karena doa orang tua. Terima kasih Pa untuk motivasi dan doanya, al Fatihah untuk Bapa.

Advertisements

2 Responses to “Berkarir Berbekal Doa”

  1. DeZiGH said

    Tombol “like this” nya nggak ada, yah? Seharusnya dibuat note di FB juga, jangan-jangan sudah, namun terlewat oleh eike?

  2. djadjasubagdja said

    Mr. DeZIGH, tulisan ini juga udah ada di FB-ku, tq buat “like this”-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: