Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Mendiknas untuk Kabinet Mendatang

Posted by djadjasubagdja on June 12, 2009

Di tengah-tengah hiruk-pikuk Pilpres 2009, tidak banyak media yang mengulas tentang Camendiknas di kabinet yang akan datang, padahal Mendiknas merupakan posisi penting di kabinet. Bahkan boleh dibilang, Mendiknas adalah mentri yang terpenting dalam kabinet. Bagaimana tidak, pendidikan menentukan kualitas SDM masa depan, anak-anak kita.

Saat ini kita tidak bisa memungkiri bahwa secara umum pendidikan belum memenuhi harapan kita semua, meskipun juga kita harus jujur mengakui ada banyak kemajuan yang telah dicapai di dunia pendidikan. Dengan demikian, di kabinet yang akan datang, diperlukan seorang mentri yang mengetahui persis kondisi pendidikan hingga saat ini, dan kebutuhan SDM di masa mendatang.

Mencari sosok yang mengetahui dengan baik kondisi dunia pendidikan pada saat ini sebetulnya tidak terlalu sulit, ada beberapa tokoh dan bahkan mungkin bukan tokoh yang memahami dunia pendidikan dengan baik. Hanya sayang, belum tentu orang-orang ini merupakan orang partai. Sementara itu, orang partai yang bisa mengelola sebuah departemen cukup banyak, namun belum tentu mengetahui seluk-beluk dunia pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah, dengan baik.

Kenapa saya tekankan pada dunia pendidikan dasar dan menengah? Sederhana saja, dunia pendidikan tinggi boleh dibilang sudah lebih mandiri dan kebanyakan ditangani oleh orang-orang yang berkompeten. Di dunia pendidikan tinggi, tugas pemerintah hanya tinggal mengatur perijinan pembukaan jurusan, agar jangan sampai terjadi sruplus lulusan jurusan tertentu dan defisit lulusan jurusan-jurusan lainnya.

Tentunya, untuk mendukung hal ini, Camendiknas juga haruslah seorang sosok yang pandai berkoordinasi dengan Menperin, Menaker, dan Mendag, karena ketiga departemen ini yang mengetahui SDM bidang apa saja yang bakal diperlukan Negara dalam beberapa dekade ke depan. Hal ini penting dalam mendesain komposisi jurusan di perguruan tinggi dan SMK.

Sebaliknya, di dunia pendidikan dasar dan menengah, peranan Diknas sangat diperlukan. Di aras pendidikan dasar dan menengah ini, kebijakan-kebijakan dan pembinaan-pembinaan dari Depdiknas masih sangat diperlukan. Belum lagi landasan-landasar operasional seperti kurikulum, evaluasi, dan Standar-standar Pendidikan Nasional lainnya sebagimana yang diamanatkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.

Jadi wajar, sebenarnya, kalau Camendiknas diambil dari mereka yang telah lama berada di dunia pendidikan dasar dan menengah. Paling tidak yang sangat sering berhubungan dengan dunia ini. Jadi bukan soal kalau yang bersangkutan bukan seorang profesor.

Sistem pendidikan sebetulnya tidak terlalu rumit. Dasar-dasar dari sebuah sistem pendidikan terdiri dari:

  • sarana infrastruktur
  • sarana pendukung pembelajaran
  • kurikulum
  • sumber daya manusia atau pengajar

Untuk itu, seorang Camendiknas haruslah seseorang yang mengetahui kondisi sarana infrastruktur dan sarana pendukung pembelajaran yang ada. Camendiknas juga wajib memahami metodologi pengembangan kurikulum dan model-model kurikulum standar internasional, untuk kemudian menentukan model mana yang bisa diadaptasi. Dan terakhir, Camendiknas harus memahami dengan benar kondisi SDM/pengajar yang ada saat ini, dan bagaimana peningkatannya.

Camendiknas yang akan menjadi Mendiknas di kabinet mendatang haruslah seseorang yang betul-betul mengetahui mata pelajaran apa saja yang diajarkan di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Jangan sampai, misalnya, Mendiknas di kabinet yang akan datang merasa bahwa negara telah menyediakan semua judul buku teks, padahal masih ada banyak judul yang belum bisa diakses para guru dan siswa. Hal ini penting, agar jangan sampai guru kebingungan mencari sumber bahan ajar karena hanya diarahkan untuk mendapatkan bahan ajar di sumber yang disediakan Negara saja, sementara di sumber itu belum tersedia 100%.

Camendiknas juga mesti memahami sumber-sumber daya yang dimiliki Depdiknas dalam melakukan pengkajian dan pengembangan kurikulum. Jangan sampai sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan, dan kemudian membentuk lembaga-lembaga khusus yang menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan kurikulum ini. Kalau hal ini terjadi, maka akan terjadi pemborosan anggaran. Anggaran kurikulum ini juga harus mencakup sosialisasi dan penataran mengenai kurikulum terbaru bagi semua guru. Jangan sampai Mendiknas di kabinet mendatang melempar kurkulum baru ke lapangan, sementara para guru belum siap.

Harapan yang lebih jauh lagi, Camendiknas mestinya merupakan sosok yang bisa membangun sebuah rencana pendidikan jangka panjang, dan kemudian ditetapkan menjadi sebuah Undang-undang oleh DPR. Hal ini penting, agar jangan sampai selalu muncul kecurigaan di masyarakat bahwa kalau ganti mentri maka akan ganti kebijakan dasar. Jika rencana pendidikan jangka panjang ini bisa diwujudkan, maka siapapun mentrinya di kabinet kapanpun hanya akan tinggal melanjutkan program-program dari pendahulunya saja.

Advertisements

One Response to “Mendiknas untuk Kabinet Mendatang”

  1. petisikotbah said

    Biasanya yg jadi Mendiknas adalah orang yg berasal dari Ormas Muhammadiyah. Itu sudah semenjak dulu kala, sejak politik airan mulai berkembang di negeri ini. Hal ini berkaitan dengan “konflik” sejarah antara Muhammadiyah dan NU. Jika Muhammadiyah jadi Mendiknas, maka NU selalu mendapat jatah Menteri Agama. Jadi ya kita mesti melihat kader-kader Muhammadiyah sekarang ini. SEbab merekalah yg biasanya dp jatah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: