Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Contreng bin Coblos

Posted by djadjasubagdja on March 17, 2009

Pemilu Legislatif 2009 akan merupakan pemilu yang lain dari pada pemilu-pemilu sebelumnya. Ya, anda benar, Pemilu Legislatif 2009 bakal menjadi pemilihal langsung caleg sekaligus pemilu contreng pertama. April nanti kita tidak akan nyoblos tapi memberi tanda contreng di gambar partai, atau nomor partai, atau nomor caleg, atau nama caleg. Jadi, di pemilu kali ini kita tidak akan mendapatkan paku dan bantal_coblos, tapi alat tulis untuk mencontreng.

Jika kita pahami hal ini sebagai sebuah kemajuan, maka itu tidak salah sama sekali. Sudah saatnya kita memilih dengan menggunakan alat tulis, sebuah ikon yang memiliki arti implisit berpendidikan. Angka buta huruf di negri kita memang masih tinggi, tapi yang jelas, mayoritas pemilih kita pasti lebih terbiasa memegang alat tulis ketimbang paku. Coba anda sendiri ingat-ingat, berapa kali dalam sepekan memegang alat tulis, dan berapa kali memegang paku?

Hanya memang sangat disayangkan, sosialisasi pencontrengan ini masih belum berjalan dengan baik. Hal ini setidaknya juga diakui oleh seorang anggota KPU di acara Democrazy yang ditayangkan Metro TV 15 Maret 2009. Di acara yang sama juga ditayangkan beberapa subsiaran pendek yang memperlihatkan bahwa masyarakat masih belum memahami bagaimana harus melakukan pencontrengan ini.

Terlepas dari cukup atau tidaknya anggaran KPU dan apakah waktunya masih mencukupi atau sudah terlalu mepet, tapi peningkatan sosialisasi ini mesti dilakukan. Saat ini sudah bukan saatnya lagi untuk melemparkan kritik kepada KPU dan kemudian mendorong-dorong mereka untuk melakukan peningkatan kegiatan sosialisasi. Peningkatan sosialisasi sudah wajib dilakukan oleh media massa. Saya lihat memang sudah ada tayangan sosialisasi pencontrengan di televisi, tapi rasanya masih kurang.

Saya kira sudah saatnya surat kabar dan televisi melakukan sosialisasi tambahan, diluar yang telah dipesan KPU. Alokasikanlah barang seperempat halaman koran setiap hari untuk memuat contoh surat suara dan bagaimana cara mencontrengnya. Stasiun televisi bisa membuat tayangan singkat setiap hari, katakanlah berdurasi 1,5 menit, yang memperlihatkan cara-cara melakukan pencontrengan. Konsorsium percetakan surat suara juga dapat membantu sosialisasi dengan mencetak poster petunjuk pencontrengan yang bisa dipasang berdampingan dengan poster caleg.

Tentunya ada biaya yang harus dikeluarkan, tapi hal ini bisa dijadikan CSR media massa dan percetakan tersebut. Terlepas anda akan memilih atau tidak, ada baiknya memahami pencontrengan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: