Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Pak Saras, Sosok Guru Bahasa Indonesia yang Sesungguhnya

Posted by djadjasubagdja on March 10, 2009

Pak Saras Ahmadi adalah guru Bahasa Indonesia kami ketika saya masih duduk di bangku SMA, tepatnya di SMA Negeri 5 Bandung. Saya tulis sosok beliau bukan karena pak guru yang satu ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai guru teladan dari negara. Hanya saja, bagi saya pribadi, beliau merupakan satu dari beberapa guru favorit saya. Kalau boleh, saya kategorikan beliau ini sebagai guru yang sesungguhnya. Beliau tidak hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa, tapi juga memiliki tanggung jawab penuh dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada kami.

Pernah suatu hari, di awal pelajaran, beliau tiba-tiba langsung mengajukan sebuah pertanyaan. Begini beliau bertanya, “Apa perbedaan antara puisi dan prosa?” Terus terang kami semua kaget, karena pada saat itu kami tidak sedang membahas kesusantraan. Beliau lalu mengulangi lagi pertanyaannya di tengah kebingunan kami.

Akhirnya ada beberapa dari kami yang mengacungkan jari tangan untuk menjawab pertanyaan beliau. Teman pertama kami langsung menjawab,”kalau prosa adalah karya bebas, kalau puisi karya terikat.” Langsung saja pak Saras menyalahkan jawaban teman kami. Lalu dia menunjuk teman kedua yang tadi mengacungkan jari. Meskipun agak bingung, karena jawaban teman pertama tadi disalahkan, teman kedua memberanikan diri menjawab, “kalau …. .”  Kami semua kaget karena sebelum selesai teman kami menjawabnya, pak guru kami ini sudah menyalahkan jawaban si teman kedua ini. Begitu seterusnya hingga tiga atau empat teman kami mencoba menjawabnya, tapi semuanya disalahkan.

Akhirnya pak saras berbicara. “Kata ‘kalau’ tidak boleh diucapkan di awal kalimat, tapi seharusnya ditempatkan di tengah kalimat. Jadi, jawaban kalian itu seharusnya begini ….. puisi adalah bla bla bla, kalau prosa adalah bla ba bla.” Begitulah kira-kira beliau sampaikan kepada kami saat itu, dan akhirnya kami mengerti bahwa hari itu kami tidak salah jadwal mempelajari sastra, tapi masih tetap meneruskan pelajaran pekan lalu, yakni tata bahasa.

Begitulah beliau. Pak Saras tidak hanya mengajarkan teori, tapi langsung mempraktekkannya di kelas. Beliau juga tidak hanya mengajarkan kami teori kesusastraan, tapi ketika W. S. Rendra manggung di kota kami, beliau menyarankan kami menonton bersama beliau. Sayang, saya tidak bisa ikut menontonnya. Namun, dari cerita beberapa teman yang menonton pertunjukan Rendra tadi bersama dengan pak Saras, teman-teman menikmatinya. Mestinya, seperti inilah Bahasa Indonesia diajarkan kepada siswa, bukan hanya teori.

Satu hal lagi yang tidak pernah saya lupakan dari beliau adalah pelajaran mengenai puisi dan prosa. Menurut beliau, sepanjang yang saya tangkap, puisi dan prosa sama-sama mengungkapkan kisah pengalaman hidup atau perasaan penulisnya. Bedanya hanya pada format penulisan. Puisi ditulis dalam kalimat-kalimat penuh makna dan relatif jumlah kalimatnya lebih sedikit dibandingkan dengan prosa.

Waktu itu beliau menguatkan pernyatannya dengan mengambil contoh puisi “Aku”, karya Chairil Anwar. Beliau sampaikan, karena Chairil Anwar adalah seorang penulis puisi, maka “Aku” menjadi sebuah puisi. Kalaulah Chairil Anwar itu seorang novelis, maka “Aku” pastilah berbentuk sebuah novel. Kemudian beliau melanjutkan dengan mengupas puisi “Aku” yang membuat saya mengerti bahwa memang, dari sisi hakikat sebuah karya sastra, tidak ada perbedan antara puisi dan prosa.

Sungguh, kalau saja semua guru Bahasa Indonesia bisa mengajar seperti pak Saras Ahmadi, guru kami, saya yakin pelajaran ini akan menjadi pelajaran yang paling mengasyikkan. Saya juga yakin, kalau para guru Bahasa indonesia tidak hanya mengajarkan teori berbahasa, tapi juga langsung mempraktekkannya di kelas, maka kemampuan membaca dan menulis siswa dan mahasiswa kita akan jauh lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: