Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Ibu Kota koq Kebanjiran?

Posted by djadjasubagdja on January 14, 2009

Seorang teman, dalam sebuah kesempatan berkata, “Alhamdulillah saya tinggal di Depok, tidak kebanjiran.”  Ya, coba bayangkan kalau dia tinggal di Jakarta. Pasti repot kebanjiran.

Namun apa benar semua warga Jakarta kebanjiran di musim hujan? Kalau kita katakan bahwa sebagian warga Jakarta kebanjiran, ya memang betul, tapi sebagian besar sih tidak. Kalau dilihat di peta banjir, lebih banyak wilayah di Jakarta yang tidak kebanjiran dibandingkan dengan yang kebanjiran. Bahkan mungkin bisa jadi lebih luas daerah bebas banjir di DKI Jakarta jika dibandingkan dengan daerah bebas banjir di wilayah penyangganya, Bodetabek. Hal ini tentunya tidak berlaku pada saat banjir besar lima tahunan.

Hanya saja, banjir di beberapa wilayah di Jakarta juga merepotkan bagi pengguna jalan (meskipun rumah dan kantor mereka tidak kebanjiran). Semua menjadi repot, baik itu warga DKI Jakarta, maupun warga Bodetabek yang bekerja di wilayah DKI Jakarta. Jadi, meskipun kita tinggal di wilayah bebas banjir Jakarta, atau di Bogor, Depok, wilayah bebas banjir Bekasi, atau wilayah bebas banjir Tangerang, tetap saja repot kalau terjadi banjir di sebagian wilayah DKI Jakarta. Jalanan bertambah macet, dan bahkan akses ke tempat kerja terblokir banjir.

Tidak dapat dipungkiri, kota Jakarta bisa diibaratkan sebuah kantor besar, dimana banyak sekali orang, tidak peduli tinggal di Jakarta atau Bodetabek, setiap hari_kerja memiliki tujuan sama, bekerja di wilayah DKI Jakarta. Bahkan tidak sedikit mereka yang keluarganya tinggal di Bandung, Semarang, Yogyakarta, atau Surabaya, bekerja di Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa pusat aktivitas Negri ini berpusat di Jakarta, yang merupakan ibu kota dan sekaligus pusat bisnis dan pendidikan.

Melalui tulisan ini sebenarnya saya hanya ingin menyampaikan bahwa, pembangunan pemukiman bebas banjir di wilayah Bodetabek tidak bisa dikatakan sebagai solusi penghindaran banjir Jakarta. Meskipun tinggal di Bogor, Depok, Bekasi, atau Tangerang, tetap saja repot jika sebagian wilayah Jakarta terkena banjir. Katakanlah  kita tinggal di Bogor, dan berkantor di Cibubur, tetap saja terkena imbas banjir Jakarta, karena kita tidak dapat menemui pelanggan atau kolega kerja kita di Jakarta. Sedikit banyak, bisnis kita (meskipun tinggal dan berkantor di wilayah penyanga) akan terganggu.

Barangkali sudah saatnya kita memikirkan alokasi aktivitas metropolitan Jakarta. Hal yang paling rasional adalah memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke wilayah lain. Dengan demikian, Jakarta hanya akan menjadi kota bisnis. Tentu saja, Jakarta_baru, yang berupa kota bisnis ini, perlu ditata ulang agar pusat bisnisnya tidak kebanjiran.

Dulu sempat ada kabar burung ibu kota akan dipindahkan ke Jonggol. Ya mengapa tidak dianalisis kemungkinan ke arah ini. Apakah nanti ibu kota akan berada dekat dengan Jakarta atau jauh, itu tergantung hasil analisisnya. Contoh sudah banyak, mau meniru Malaysia atau Amerika Serikat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: