Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Manusia Modern

Posted by djadjasubagdja on December 17, 2008

Pernah salah seorang paman saya, seorang purnawirawan perwira menengah TNI-AL, berkata bahwa sebetulnya menjadi manusia modern itu bukan berarti karena memiliki peralatan modern yang serba canggih. Waktu itu beliau contohkan kalau kita sudah memiliki sebuah jam tangan digital (waktu itu sekitar tahun 80-an), bukan berarti kita telah menjadi manusia modern. Menurut beliau, manusia modern adalah manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan yang dikuasai oleh ilmu pengetahuan atau teknologi.

 

Pada waktu itu, saya menafsirkan pernyataan beliau sebagai sebuah nasehat bahwa saya harus tekun mempelajari iptek, jangan hanya menjadi pengguna saja. Dalam perjalanan hidup saya, sering sekali saya teringat apa yang beliau katakan tersebut. Terus terang, seiring dengan bertambahnya pengalaman hidup, kadang saya yakin sekali dengan apa yang beliau katakan, tapi terkadang juga tidak yakin bahwa hal itu benar 100%.

Kadang saya berfikir, kalau misalnya si A adalah seorang ahli ekonomi, apa dia juga harus memahami teknologi digital? Bukankah dengan menguasai salah satu ilmu pengetahuan atau teknologi saja sudah bisa dikatakan sebagai manusia modern? Demikianlah, seiring dengan bertambahnya pengalaman hidup, penafsiran atas apa yang dikatakan sang Paman tadi selalu berubah atau bertambah.

 

Malam ini tiba-tiba saya teringat kembali akan perkataan paman saya tadi. Pasalnya hanya karena ada seseorang yang akan bepergian ke luar negri, di mana di negri tersebut tegangan listriknya tidak sama dengan tegangan listrik kita. Orang ini seperti kebakaran jenggot meminta tolong anak buahnya mencarikan charger ponsel yang tegangan/voltase-nya sama dengan tegangan listrik di negri yang akan dia kunjungi.

 

Saya yang kebetulan kenal dengan si anak buah orang tadi, lantas berkomentar, “Dia pasti tidak pernah baca tulisan di charger ponselnya.” Si anak buah hanya tersenyum saja sambil menimpali komentar saya itu, “Iya ya kang, padahal kan jelas ada tulisan di charger-nya , INPUT: 110 – 240 V, ya mau dicolokin di sini atau di amrik juga pasti gak masalah itu.” Memang betul, tidak akan ada masalah, tinggal membawa kombinasi fitting saja karena lubang stop kontak di sana beda dengan di kita. Seandainya saja dia membaca tulisan di peralatan modern yang dimilikinya, dia tidak akan kebingungan! Dia manusia modern atau bukan ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: