Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Indonesian Thanksgiving: Why Not?

Posted by djadjasubagdja on November 28, 2008

Thanksgiving Day, menurut Wikipedia, adalah perayaan panen, dimana hari itu merupakan hari bersyukur atas panenan dan semua yang telah dianugerahkan. Masih dari sumber yang sama, di Kanada, Thanksgiving dirayakan di Senin kedua bulan Oktober, sementara di Amerika Serikat di Kamis keempat bulan November. Wikipedia juga menuliskan bahwa pada hari tersebut diadakan makan malam sekeluarga.

Apakah bangsa Amerika Serikat adalah bangsa agraris, sehingga mereka memiliki hari bersyukur atas panenan? Awalnya barangkali ya, tapi sekarang ini rasanya tidak. Mereka malah dikenal dunia sebagai bangsa industrialis, karena memang mereka boleh dibilang merupakan satu dari beberapa negara industri dunia. Bahkan di jaman krisis ini, pemberitaan yang paling menonjol di Amerika Serikat adalah rasionalisasi di lingkungan industri otomotif. Orang-orang bilang, ekonomi Amerika Serikat ditopang oleh tiga jendral (general), yakni: General Motor, General Electric, dan General Dynamic. Di era teknologi informasi, industri hardware dan software masih mereka kuasai lewat Microsoft, Apple, IBM, HP-Compact, dan Dell. Jelas sekali, mereka bangsa industrialis.

Namun demikian, meski di jaman sekarang ini mereka secara de facto adalah kaum industrialis, mereka tetap merayakan hari bersyukur atas hasil panen, yang mereka wujudkan dalam perayaan Thanksgiving. Hari perayaan Thanksgiving merupakan hari libur, bahkan mahasiswa mendapat libur lebih dari sehari agar mereka bisa pulang kampung untuk merayakannya bersama keluarga. Di malam Thanksgiving, mereka sekeluarga makan bersama, menikmati hidangan utama khas Thanksgiving, daging kalkun.

Thanksgiving dirayakan semua orang Amerika Serikat, tidak peduli apapun agamanya. Mereka semua merayakannya, bahkan pendatang pun diajak untuk merayakannya, makan sekeluarga menikmati daging kalkun yang dioven (grilled turkey). Di film-film kita dapat melihat kebahagiaan mereka saat duduk di kursi makan mengelilingi hidangan utama, kalkun yang dioven dan dihidangkan secara utuh. Kecuali barangkali beberapa keluarga Yahudi-Amerika yang menyajikan daging kalkunnya sudah terpotong-potong. Namun yang pasti, semua warga merayakannya.

Lantas, apakah kita, sebagai bangsa agraris, tidak memiliki hari bersyukur panen? Kalau kita pergi ke daerah-daerah yang dikategorikan sebagai daerah “lumbung padi”, pastilah ada pesta perayaan pascapanen. Bahkan perayaannya dilakukan oleh seluruh warga di satu tempat. Perayaan semacam ini ada di setiap wilayah. Terkadang disajikan juga hiburan rakyat. Jadi, sebenarnya ada semacam hari Thanksgiving di tanah air kita ini. Hanya saja sifatnya lokal dan tidak dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan.

Sebagai bangsa agraris, dimana panen adalah sebuah berkah, tentunya baik juga kalau kita memiliki satu hari khusus semacam Thaksgiving. Tidak perlu malu dibilang ikut-ikutan, karena meniru sesuatu yang baik itu tidak salah dan memalukan. Tidak perlu pula dipersoalkan berapa persen dari kita yang masih hidup dari hasil panen dan berapa persen yang tidak lagi menjadi petani. Itu tidak penting, karena yang penting adalah kita semua setiap hari menikmati hasil panen, berupa nasi, umbi-umbian, sayur-mayur, rempah-rempah, dan buah-buahan.

Kita perlu menetapkan satu hari khusus sebagai hari terima kasih atas panen yang telah kita nikmati. Namanya bisa apa saja, bisa “Hari Bersyukur” atau bisa “Hari Petani” atau bisa lainnya. Nama bisa ditetapkan, yang penting adalah memberikan makna kepada hari itu. Selain melakukan makan bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan, perlu disampaikan pula kepada anak-anak mengapa hal itu dilakukan. Tentunya peran media masa sangat diperlukan dalam mensosialisasikan makna hari bersyukur kepada Tuhan atas berkah yang telah kita nikmati.

Bentuk konkret perayaannya bisa beragam, tetapi perlu juga ditetapkan sebuah standar nasional, misalnya dalam bentuk makan bersama sekeluarga menyantap nasi kuning. Dalam pelaksanaannya, masyarakat bebas memilih apakah akan merayakannya bersama keluarga atau berupa pesta desa. Penetuan hari juga tidak harus terlalu tepat sehabis panen, karena dalam setahun yang namanya panen kan bisa lebih dari satu kali, tergantung jenis panen dan komoditasnya. Ambillah satu hari bersejarah, misalnya hari Agraria Nasional (23 September), lantas jadikanlah itu sebagai hari bersyukur nasional. Dalam hal ini, yang paling penting adalah persamaan hari dan menu utamanya, serta dirayakan semua orang, baik petani maupun bukan. Anggaplah ini juga sebagai rasa terima kasih kita kepada petani.

 

Advertisements

4 Responses to “Indonesian Thanksgiving: Why Not?”

  1. aespe said

    nyari nyari kata tuhan diartikel ini kok ga ada ya, thanksgiving bentuk bersyukur pada tuhan gitu… the ultimate meaning, kok ama petani…

    btw saya ga setuju terima kasih pada sekelompok orang aja, semua kerja sama dan saling terkait kan, jadi ya mending terima kasih pada tuhan saja, hal yang pantas dilakukan semua pihak

    😀

  2. Makasih banyak komentarnya, Gung. Bener, mestinya bersyukur kepada Tuhan. Maklum udah kebiasaan, kalo saya dari dulu hanya bersyukur kepada Tuhan. Saya lupa menuliskan lengkapnya. Anyway, kepada petani bukan ultimate-nya, coba simak lagi, ada kata “juga” sebelumnya. Jadi memang maksudnya ya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan panen kepada kita dan JUGA terima kasih kepada petani.
    Sekali lagi, tengkyu dan alhamdulillah kamu selalu ingat kepada-Nya.

  3. marwati said

    personally daku sdh berterima kasih tiap hari sebelum & sesudah menyantap makanan… ;-P

  4. heryazwan said

    di sini udah kebanyakan libur, jadi kalau dibuat thanksgiving nanti nambah libur lagi dong…
    btw, kalkun kan udah diganti rendang waktu lebaran, dan sate waktu idul adha…he he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: