Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Jangan Lupakan Kisah Midas

Posted by djadjasubagdja on October 31, 2008

Salah satu mitologi Yunani yang terkenal adalah kisah “Sentuhan Midas” atau yang dalam bahasa Inggrisnya “The Midas Touch”. Kita pasti masih ingat betapa gembiranya Midas ketika keinginannya dikabulkan para dewa; apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Disentuhnya tempat tidurnya, berubah menjadi emas. Disentuhnya dinding kamarnya, seketika menjadi dinding emas. Patung-patung di halaman istananya lalu dia sentuh satu per satu, semua berubah menjadi patung emas.

Namun kita juga tahu akhir kisah ini ketika Midas kebingungan lantaran tidak bisa makan, karena semua makanan yang disentuhnya berubah menjadi emas. Tidak hanya itu, bahkan anak gadisnya berubah menjadi patung emas saat dia sentuh. Benar-benar sebuah bencana bagi Midas yang terobsesi memiliki emas sebanyak banyaknya. Dia pikir emas adalah sumber kebahagiaan.

Seandainya saja Midas tidak memiliki obsesi sentuhan emasnya, tentunya dia masih bisa menikmati kebahagiaan hidup lebih lama lagi. Midas adalah seorang raja yang memiliki seorang putri cantik. Sebagai raja, dia berkuasa atas kerajaannya. Istana dan segala perlengkapannya sudah tersedia. Kalau dipikir-pikir, kurang apa lagi? Namun, ya itulah, seperti kebanyakan dari kita, Midas belum puas dengan semua yang dimilikinya.

Tentunya, kisah Midas ini tidak benar-benar ada, atau setidaknya, di masa sekarang ini tidak ada orang yang memiliki kesaktian seperti Midas. Namun, bukan berarti tidak ada orang di jaman sekarang ini yang memiliki obsesi setinggi Midas. Banyak orang yang memiliki obsesi memiliki sentuhan ajaib. Mereka memiliki obsesi mirip Midas. Mereka ingin menyentuh semua bisnis dan semua bisnis yang disentuhnya sukses. Orang seperti ini boleh disebut sebagai Midas modern.

Midas modern biasanya sudah memiliki kerajaan bisnis. Namun dia tidak puas dengan semua itu. Dengan dalih ingin menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai “the invisible hand of economy”, Midas modern menyentuh hal yang paling peka, yakni kepercayaan. Mereka menyentuh rasa percaya masyarakat. Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama membesarkan bisnisnya, dengan memberi harapan atau yang dalam dunia bisnis dikenal sebagai prospek.

Masyarakat disuguhi dengan sederet angka-angka dan grafik yang ditata rapi dan cantik. Mereka mengatakan bahwa kedepannya, bisnis mereka akan terus maju, sehingga banyaklah masyarakat yang terbujuk untuk turut berinvestasi. Modal kapital yang diperoleh tidak terkira nilainya. Itulah buah dari kepercayaan masyarakat kepadanya.

Tentunya haram bagi sang Midas modern untuk tidak memutar dana dari masyarakat ini. Dalam bahasa luhurnya, ini adalah amanah dari masyarakat. Akhirnya, Midas modern mulai menyentuh beragam bisnis. Bidang apapun disentuhnya, hingga akhirnya dia tidak bisa mengontrolnya, dan karena saking banyaknya Midas modern, lama-kelamaan roda perekonomian berputar pelan dan akhirnya berputar pelan sekali. Semua ada batasnya, bukan langit yang menjadi batas!

Midas modern juga seperti Midas dulu, karena keserakahannya, telah menyentuh hal yang paling berharga dalam dunia bisnis, yakni kepercayaan. Dia sudah menyentuk kepercayaan masyarakat dengan ceroboh. Ya, Anda benar, Midas modern tidak secelaka Midas yang kehilangan putrinya. Keluarga dan bahkan aset pribadi Midas modern masih utuh. Midas modern tidak celaka-celaka amat, karena pihak yang paling celaka adalah masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: