Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Sebagian Hidup Kita Ada di Dunia Biner

Posted by djadjasubagdja on October 26, 2008

Masih ingat dengan istilah biner? Itu lho, yang pernah kita dapat dari pelajaran matematika SD …. atau mungkin yang kita kenal dengan bilangan berbasis 2 atau jam 2 an, yang hanya terdiri dari angka 0 dan angka 1. Dulu saya sering bertanya-tanya, untuk apa sih belajar bilangan biner? Bahkan hingga SMA pun tetap belum menemukan jawaban, apa gunanya bilangan biner dalam kehidupan. Bukankah sehari-hari kita menerapkan bilangan berbasis 10, yang terdiri dari angka 0 hingga 9?

Baru kemudian, di tahun pertama kuliah saya mengetahui kegunaan dari bilangan biner ini. Rupanya biner inilah yang dijadikan dasar paling hakiki dalam dunia komputer. Sekadar gambaran saja, semua karakter di komputer direpresentasikan oleh sebuah nilai. Lalu nilai itu dikonversi ke dalam bentuk biner. Alhasil, semua karakter direpresentasikan oleh sederetan kombinasi angka 0 dan 1.

Dengan demikian, karakter-karakter yang berwujud sekumpulan nilai berformat biner tadi dapat direpresentasikan oleh sekumpulan kombinasi sinyal listik, di mana sinyal bertegangan tertentu mewakili angka 0 dan sinyal lainnya dengan sedikit perbedaan tegangan mewakili angka 1. Akhirnya data-data tadi bisa diproses secara elektronik. Dengan kata lain, dunia perkomputeran adalah dunia biner.

Saat ini, jika kita berbicara mengenai komputer, siapa sih yang tidak tersentuh teknologi komputer? Komputer dan bahkan internet telah masuk desa. Baik langsung maupun tidak langsung, hampir semua orang telah bersentuhan dengan komputer. Kartu Keluarga, KTP, SIM, tabungan, dan ATM telah menjadi bagian dari kehidupan kita dan semua itu dapat berfungsi dengan bantuan perangkat komputer.

Lebih dari itu, saat ini sudah tidak aneh lagi kalau seseorang yang bisa dikatagorikan sebagai profesional kerah putih memiliki alamat imel (e-mail address). Bahkan siswa sekolah menengah dan mahasiswa di kota-kota juga memiliki alamat imel. Chatting, atau ngobrol lewat internet, sudah bukan barang aneh lagi bagi kedua golongan masyarakat ini.

Beberapa orang rekan saya, meski berpredikat kaum profesional kerah putih, tidak memiliki alamat imel. Bagi mereka, memiliki imel bukan merupakan tuntutan hidup. Bukan gaya hidup mereka. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memanfaatkan imel sama sekali. Di kartu namanya, mereka cantumkan alamat imel kantor, dan dalam beberapa kesempatan mereka sampaikan ke kolega mereka untuk mengirimkan hasil pekerjaan atau penawaran melalui imel kantor mereka.

Jadi, tidak berlebihan jika saya katakan bahwa hidup kita banyak bersentuhan dengan dunia perkomputeran atau dunia biner ini. Dengan kata lain, sebagian dari kehidupan kita ada di dunia biner. Sebagaian hidup kita ada di dunia bilangan 0 dan 1.

Bagi teman-teman saya yang tidak memiliki alamat imel tadi, barangkali persentuhan dengan dunia biner hanya sebatas pemanfaatan komputer sebagai alat bantu. Baik itu untuk mengetik, mendesain, menyimpan foto, mendengarkan lagu, menyimpan data, mengolah data, atau menjelajah dunia maya alias internet. Mereka bisa dikatakan tidak menganggap komputer sebagai alat untuk bersosialisasi.

Nah, bagi yang memiliki alamat imel dan menggunakannya secara intensif, atau mereka yang gemar ber-chatting ria, komputer biasanya tidak hanya dianggap sebagai alat bantu. Lebih dari itu, golongan ini menganggap komputer sebagai sarana untuk bersosialisasi. Baik itu hanya sekadar bersilaturahmi, seperti mengirim imel atau melakukan chatting atau menulis pesan dan berbagi foto di situs pertemanan (seperti Friendster atau Facebook), maupun untuk menyuarakan opini di blog komunitas atau blog pribadi.

Golongan ini secara tidak sadar telah menganggap internet sebagai sebuah ruangan nyata dimana mereka bisa berkomunikasi dengan teman atau kerabat sebagaimana layaknya orang berbincang di warung tegal, cafe, atau teras rumah. Saya sendiri, misalnya, kadang tidak sadar kalau saya sudah lama tidak bertemu muka dengan beberapa teman kuliah atau teman sekolah. Lha, hampir tiap hari saya berkomunikasi dengan mereka melalui internet.

Bagi kebanyakan orang, barangkali benar bahwa sebagian hidup kita ada di dunia biner. Namun bagi mereka yang sering berkomunikasi melalui internet, bisa jadi sebagian besar hidupnya telah melekat di dunia biner. Teman saya bilang, “My face is glued to my computer screen.”

Advertisements

One Response to “Sebagian Hidup Kita Ada di Dunia Biner”

  1. Arvino said

    Perhaps the net increasingly (and rapidly) become our "second earth" the connected space where we we all work, live, keep contact and interact together, without the traditional limiting boundary of "time and space" attached.

    That strengthen our human nature (as social being), makes us — the modern people — even a more social person than ever before.

    Through the net, now we can connect, attach, & reattach to our past, current and future friends and colleagues, at anytime, anywhere.

    We used to hear how "modern people increasingly become impersonal being that doesn't attached to people and its surrounding". Well with the net, the equation perhaps reversed. Modern people actually perhaps become even a more caring people and even more social people than ever before.

    Through the net they can do 'things' that exceed the 'traditional boundary of space and time'. They can choose to 'connect, reconnect, and future connect' with something, someone, somebody, anybody, everybody that they wish to do so, in ways that prior generations of most active social being on earth can not do before.

    In retrospect, we — modern human being — through technology, seems increasingly become even a more connected social being in ways that we never imagine before; in which being "social being" is infact our truest nature as human (homo sapiens) after all.

    Perhaps the internet enhance the humanity in us all after all. It connects, reconnect, and future-connect us all, rather than 'split us' in the boundary of space, time and 'selfish ignorance' like everybody often afraid of, before.

    Cheers,
    -arv

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: