Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Anda Mau Lapor Pungli?

Posted by djadjasubagdja on April 11, 2008

Beberapa pekan lalu di televisi seorang pejabat Polri yang tengah diwawancara menyampaikan himbauan kepada pemirsa bahwa kalau masyarakat menemukan ada oknum polisi yang melakukan pungli, maka masyarakat diminta segera melaporkan kejadian tersebut lengkap dengan tempat, waktu, dan nama oknumnya. Pernyataan simpatik tersebut memiliki dua dimensi, penertiban organisasi kepolisian dan pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat. Sekali merengkuh dayung, dua pulau terlampaui.

Saya bayangkan diri saya, apakah mungkin saya memergoki oknum polisi yang melakukan pungli? Rasanya, seumur hidup saya belum pernah memergokinya. Saya hanya mendengar ceritanya saja. Hal yang logis terjadi adalah polisi menangkap pelanggar, lalu menanyakan surat-surat, dan itu hanya melibatkan polisi dan si pelanggar, tidak disaksikan orang banyak. Jadi, kalau memang kemudian terjadi pungli, yang tahu pastinya hanya oknum polisi dan si pelanggar tadi (oknum masyarakat). Sangat kecil kemungkinan orang lain memergokinya. Sementara itu, si oknum masyarakat yang melakukan pungli tadi juga tidak mungkin melaporkan hal itu, karena hal itu sama saja dengan melaporkan kejahatan dirinya sendiri. Jadi, pastinya, sedikit sekali peluang Polri untuk bisa mendapatkan laporan pungli dari masyarakat. Lain halnya dengan kasus penyuapan oknum pejabat pemerintah oleh oknum pengusaha atau penyuapan oknum wakil rakyat oleh oknum pejabat pemerintah. Dalam kasus ini, pasti melibatkan banyak orang, jadi wajar kalau ada laporan dari masyarakat.

Namun tentunya, semangat Polri untuk terus melakukan penertiban ke dalam ini tidak boleh berhenti karena kenyataan di atas. Hanya saja, dengan demikian, Polri tidak bisa mengandalkan laporan masyarakat dalam melakukan pembersihan ke dalam. Desas-desus mengenai pungli ini sudah banyak beredar di masyarakat. Anggota Polri sendiri juga adalah masyarakat, memiliki keluarga, kerabat, dan teman. Tidak mungkin para anggota Polri tidak tahu mengenai dugaan adanya pungli yang dilakukan beberapa oknum polisi. Jadi, sekarang ini, sudah saatnya Polri membentuk gugus tugas khusus untuk menyelidiki dugaan pungli ini. Kemudian, hal yang paling penting dilakukan adalah pembinaan anggota dan tauladan dari jajaran pimpinan. Tanpa pembinaan dan tauladan, penertiban dan pembenahan tidak akan efektif.

Banyaknya pungli di tubuh kepolisian kita, kalau hal ini terbukti, hanyalah setetes air di lautan jika dibandingkan dengan segala bentuk KKN di negri kita. Penertiban juga mesti dilakukan di lembaga-lembaga pemerintahan lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak, seperti pemerintah daerah, kantor pajak, pengadilan, dan kejaksaan. Lembaga-lembaga ini juga perlu melakukan penertiban sendiri yang disertai pembinaan dan tauladan dari jajaran pimpinannya. Jangan tunggu laporan dari masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: