Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Sudah Kebanjiran Ditunda Pula

Posted by djadjasubagdja on March 9, 2008

Pastilah sebuah pengalaman yang sangat memilukan yang telah dialami saudara-saudara kita di bandara Cengkareng beberapa waktu lalu, saat mereka mesti terlantar di sana selama beberapa jam akibat lumpuhnya landas pacu oleh genangan air. Karena kelumpuhan sarana utama bandara ini, maka sebagian besar jadwal penerbangan menjadi tertunda. Derita serupa juga dialami mereka yang baru tiba, tapi tidak bisa meninggalkan bandara karena sebagian ruas tol bandara tergenang banjir. Begitupun dengan orang-orang yang sedang dalam perjalanan menuju bandara, terjebak banjir selama berjam-jam, termasuk awak pesawat yang mesti bertugas menerbangkan pesawat. Maka lengkaplah penderitaan para penumpang dan calon penumpang pesawat.

Banjir adalah bencana alam, tentunya bukan salah maskapai penerbangan kalau jadwal menjadi berantakan. Bukan salah pengelola bandara kalau landas pacunya kebanjiran. Bukan juga salah pengelola jalan tol kalau tolnya kebanjiran. Ini adalah bencana alam. Sama dengan yang sering terjadi di negara-negara maju yang memiliki empat musim. Secanggih apapun teknologi dan manajemen penerbangan yang mereka miliki, kalau sudah masuk musim salju, maka selalu ada penerbangan yang tertunda.

Dengan kata lain, di negara maju pun, selalu ada penumpang yang terkena dampak cuaca. Namun demikian, di negara-negara maju, penundaan penerbangan dan situasi bandara dan wilayah seputar bandara selalu disosialisasikan dengan baik kepada penumpang dan calon penumpang. Sehingga penumpang dan calon penumpang, yang dalam ilmu manajemen disebut “customer” atau konsumen, tidak bertambah penderitaannya. Berbeda dari kebiasaan baik ini, dari beberapa pemberitaan di surat kabar nasional, ternyata para konsumen jasa penerbangan ini tidak mendapat informasi yang jelas dari pihak maskapai dan pengelola bandara.
Mendapatkan informasi resmi dari pihak resmi adalah hak konsumen, bahkan secara umum, adalah hak publik. Masyarakat berhak memperoleh informasi resmi yang benar dan jelas. Terlepas dari berbagai pendapat bahwa calon penumpang yang terlantar berhak mendapatkan kompensasi dari maskapai penerbangan. Sementara sebagian lain berpendapat bahwa calon penumpang berhak mendapatkan kompensasi keterlambatan jika keterlambatan itu murni disebabkan oleh kesalahan maskapai.

Banjir memang bencana alam, meskipun juga tidak terlepas dari kelalaian pengelola negara untuk dapat mengurangi dampaknya. Namun yang jelas, ketika penerbangan menjadi tertunda, karena hal apapun, maka pihak maskapai dan pengelola bandara wajib menginformasikan dengan benar dan jelas kepada semua calon penumpangnya.

Penyampaian informasi penundaan keberangkatan ini penting sekali. Saya dan beberapa teman pernah mengalami penundaan penerbangan (meskipun tidak sampai hingga satu jam), dan kebetulan di pesawat tersebut juga ada beberapa orang VIP sebagai penumpangnya. Kalau sudah seperti ini situasinya, para penumpang biasanya berkesimpulan bahwa penundaan ini terjadi karena pesawat menunggu penumpang VIP ini. Padahal belum tentu seperti itu. Bisa saja hanya kebetulan saja, karena di kesempatan lain saya juga pernah sepesawat dengan mantan mentri, tapi pesawatnya terbang tepat waktu. Jadi, penjelasan penundaan penerbangan adalah hal yang harus disampaikan dengan benar dan jujur, agar tidak menimbulkan syak wasangka yang bisa saja menjadi sebuah fitnah.

Pengumuman penundaan perjalanan angkutan umum, apakah itu pesasat terbang, kapal laut, kereta api, ataupun bis, juga akan memberikan banyak manfaat bagi penumpang atau calon penumpang mengingat sebuah perjalanan bias Anya juga berkaitan dengan jadwal acara penumpang setibanya di tempat tujuan. Saya pernah mengalami penundaan penerbangan saat transit di Frankfurt dalam penerbangan dari New York ke Jakarta, via Singapura, dengan menggunakan Singapore Airlines. Ketika kami transit, pihak maskapai penerbangan mengumumkan bahwa ada kerusakan teknis di mesin pesawat dan penerbangan akan ditunda. Selama satu jam penundaan, awak pesawat membagikan buah-buahan dan makana ringan sambil memberikan penjelasan kepada beberapa penumpang yang menanyakan penundaan.

Akhirnya kami bisa melanjutkan penerbangan. Sebelum mendarat di Singapura, awak pesawat memberitahukan agar para penumpang penerbangan terusan (seperti saya yang akan meneruskan ke Jakarta) agar melaporkan diri ke petugas di bandara. Lalu, setelah mendarat, saya melaporkan diri. Petugas menyampaikan bahwa dikarenakan penundaan di Frankfurt tadi maka penerbangan Singapura-Jakarta saya diganti dengan penerbangan berikutnya. Begitulah salah satu contoh sebuah maskapai memberikan informasi yang jelas kepada penumpangnya. Dengan penjelasan itu, para penumpang dapat, misalnya, menelepon penjemput bahwa pesawatnya ditunda. Penundaan sah-sah saja, tapi tolong informasikan dari awal dengan jelas dan jujur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: