Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Kemenangan Rakyat

Posted by djadjasubagdja on January 1, 2008

Setelah sekian lama tidak pernah melihat supporter Persib berpawai, tiba-tiba hari Minggu lalu saya disuguhi hal tersebut saat mereka pulang menonton tim kesayangannya yang sore itu mengalahkan PSDS 3 – 0. Kebanyakan mereka mengendarai sepeda motor. Dengan aksesoris fans yang serba biru, mereka membunyikan klakson motornya berkali-kali sambil sesekali memainkan putaran mesin hingga membuat jalanan di depan rumah orang tua saya menjadi hangar bingar oleh suara knalpot mereka. Suasana di jalan menjadi semakin ramai ketika beberapa mobil angkot yang mereka sewa melintas.

Sambil mengeringkan sisa-sisa air yang masih menempel di mobil yang sedang saya cuci, saya amati wajah beberapa dari mereka. Tak satupun yang berwajah muram, semua memancarkan keceriaan dan kepuasan. Ya wajar lah, tim favorit mereka sore itu menang dengan skor meyakinkan. Beberapa dari mereka berteriak-teriak sambil mengibar-ngibarkan bendera kesebelasan.

Malam harinya, di sebuah stasiun televisi yang rajin mewartakan kegiatan olah raga di tanah air, hasil beberapa pertandingan sore itu yang dilangsungkan di beberapa kota ditayangkan. Dan seperti biasanya, ada saja supporter yang berbuat onar lataran tim kesayangan mereka gagal mengalahkan lawannya. Belum membaik juga, pikir saya.

Kerusuhan memang kerap mewarnai pertandingan-pertandingan dalam kompetisi tahunan liga sepak bola di tanah air kita. Kebalikannya, pawai kemenangan juga selalu menjadi tontonan yang bisa membuat kita ikut terhanyut juga. Sebenarnya ini fenomena apa?

Kalau mau jujur, harus kita akui kemenangan kesebelasan kesayangan adalah satu dari sejumlah kecil kemenangan yang bisa dinikmati rakyat. Obat dari sejumlah besar kekalahan yang selalu terpaksa ditelan oleh kita.

Kita selalu kalah hampir di semua dimensi kehidupan. Kita kalah melawan kemiskinan. Kita kalah melawan pengangguran. Kita kalah melawan narkoba. Kita kalah melawan pungli. Kita dikalahkan oleh janji-janji yang tidak ditepati. Kita selalu dikalahkan oleh para koruptor yang masih bisa berlenggang kangkung dan bersiul seolah tanpa dosa. Kita kalah oleh investor asing yang bisa seenakya mengatur-ngatur urusan kita. Kita kalah oleh kekuatan asing yang bisa mendominasi kehidupan sosial dan ekonomi kita. Kita dikalahkan oleh para penebang hutan. Kita dikalahkan oleh para pengemplang BLBI. Kita dikalahkan oleh para pelaku kolusi yang semakin gemuk sementara kekayaan bumi kita semakin terkuras habis. Kita juga kalah oleh segelintir orang yang mengaku sebagai pejuang rakyat tapi malah terlihat seperti pengkhianat perjuangan rakyat. Kita kalah oleh sebagian politisi yang saling beradu demi kepentingan mereka sendiri. Kita kalah oleh semua kebobrokan yang nyata di depan kita tapi tak kuasa kita memperbaikinya.

Dan tahukah, saking banyaknya kekalahan yang kita derita, satu-satunya potensi kemenangan kita hanyalah kalau kesebelasan kesayangan kita menang. Tidak perlu lah meraih gelar juara liga, tapi kalau masuk 8 besar saja barangkali bisa membuat kita beramai-ramai melakukan syukuran, memotong kambing atau sekadar makan nasi goreng rame-rame. Itulah satu-satunya kemenangan yang bisa dinikmati oleh kita, rakyat biasa. Jadi jangan terlalu menyalahkan pembuat onar saat jagoannya kalah, sebab hanya tinggal itulah harapan kemenangan yang bisa dinikmati oleh rakyat biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: