Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Fitur Gadget dan Kemubaziran

Posted by djadjasubagdja on October 30, 2007

Seorang teman kantor bercerita tentang temannya yang kecewa karena niatnya untuk memiliki kamera digital di atas 8 Mega-pixels tidak kesampaian karena keterbatasan dana. Teman saya ini yang meskipun bukan orang yang paham dunia fotografi, tapi sering berhubungan dengan fotografer profesional, ini penasaran lantas bertanya sebenarnya akan melakukan kegiatan apa sehingga perlu membeli kamera digital dengan spesifikasi seperti di atas.

Setelah ditanyakan, ternyata teman sang teman ini sebenarnya ingin memiliki kamera digital untuk keperluan pribadi, membuat foto-foto keluarga. Setelah paham tujuan temannya, lantas teman saya menyarankan si temannya ini untuk membeli kamera digital yang memiliki resolusi lebih rendah. “Yang 3 atau 5 Mega-pixels-lan aja, jauh lebih murah, namun tetap bisa menghasilkan gambar yang cukup bermutu untuk foto-foto keluarga,” demikian saran teman saya. Dia sampaikan juga penjelasan, bahwa dengan resolusi sebesar itu sudah cukup, karena toh kalau dicetak pun tidak akan dalam ukuran poster besar. Dia menambahkan, kalau untuk keperluan komersil, seperti pembuatan poster, baliho, atau papan neon promosi, yang biasanya berukuran besar atau bahkan raksasa, ya memang diperlukan gambar yang dhasilkan kamera profesional yang beresolusi 10 Megapixels.

Kejadian di atas sering kita dengar dan bahkan barangkali kita alami sendiri. Kita cenderung untuk membeli sesuatu, terutama barang elektronik, atau yang dalam bahasa polupernya disebut gadget, seperti kamera, ponsel, laptop, pda, jam tangan, tanpa terlebih dahulu memahami arti spesifikasi yang dimilikinya. Ujung-ujungnya, fitur-fiturnya tidak terutilisasi semua atau ketinggian speknya tidak sepenuhnya kita manfaatkan.

Sudah barang tentu, gadget dengan spesifikasi tertinggi memiliki kualitas dan kinerja terbaik, tetapi apakah memang benar kita membutuhkan barang dengan spesifikasi setinggi itu. Belum lagi kalau kita bicara soal fitur atau kelengkapannya. Apakah benar kita memerlukan fitur sebanyak itu?

Saya jadi teringat sekitar tahun ’99 lalu. Atasan saya membeli ponsel yang dilengkapi fitur wap (web access protokol), atau dalam bahasa sederhananya ponsel yang dibelinya bisa mengakses situs web tertentu yang memiliki protokol yang kompatibel dengannya. Saya dan teman-teman terus terang ngiler juga dengan ponsel si bos ini. Jaman itu, fitur tersebut keren abis. Namun beberapa pekan kemudian kami jadi tidak ngiler lagi, karena ujung-ujungnya fitur tersebut tidak terlalu terpakai, paling pas awal-awal saja beliau pamerkan ke koleganya. Setelah itu tidak pernah dipakai lagi.

Jaman sekarang, fitur ponsel sangat banyak, bahkan sudah tidak ada lagi batas yang jelas antara ponsel, kamera, dan komputer genggam (pda). Sampai sekarang pun kadang saya bertanya-tanya, kapan ya saya benar-benar memanfaatkan fitur kamera di ponsel saya untuk keperluan serius. Paling juga saya pakai buat nyuruh anak saya berhenti nangis kalau lagi makan di restoran atau ketika ngotot minta dibelikan mainan di toko. “Ayo nanti mama rekam nangisnya, biar bu guru kamu bisa ngeliat,” begitulah taktik istri saya untuk nyuruh si kecil berhenti nangis.

Ponsel jaman sekarang makin canggih, makin tinggi kemampuannya, makin banyak fiturnya. Namun demikian, kalau kita perhatikan, seringnya itu ponsel kita pakai untuk menelepon dan ber-sms saja. Dua fitur itu saja yang paling sering kita manfaatkan.

Kalau seorang pilot atau pelaut atau penyelam membeli jam tangan kelas chronograph yang bisa dipakai menyelam hingga kedalaman ratusan meter atau hingga tekanan puluhan atmosfer (atm), ya wajarlah. Namun tentunya fitur tersebut bakal menjadi mubazir bagi seorang karyawan kantoran yang tidak pernah menghabiskan akhir pekannya menyelam di laut dalam. Ya kalau untuk berenang di kolam renang mah, pakai jam tangan dengan spesifikasi water resistant 5 atm saja sudah cukup lah.

Jadi, sebaiknya kita pertimbangkan masak-masak sebelum membeli gadget dengan spek dan fitur tertentu, apakah memang benar kita memerlukan spek setinggi itu dan fitur sebanyak itu. Tidak ada salahnya jika kita tanya-tanya dulu ke teman yang kita anggap faham dengan gadget yang akan kita beli sebelum kita melakukan pembelian. Bertanya ke pramuniaga memang perlu juga, tapi terkadang sang pramuniaga tidak memahami 100% semua barang yang dijualnya, dan dia juga tidak pernah tahu dengan pasti kebutuhan kita yang sesungguhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: