Beranda Djadja Subagdja

Yuk kita bebenah!

Kontribusi Sebuah Bangsa

Posted by djadjasubagdja on October 25, 2007

Kemarin pagi, sambil membunuh kejenuhan saat terjebak macet, seperti biasa, saya nyalakan radio. Tidak seperti biasanya, pagi itu saya resonansikan pesawat radio saya ke stasiun radio yang sasaran pendengarnya kaum muda. Biasanya saya tune-in di stasiun radio yang memutar lagu-lagu tahun 80-an, tapi kali ini tidak, ya sekali-kali ngikutin gaya anak muda lah, pikir saya. Penyiarnya, dari perkiraan saya, dua orang pemuda, membawakan acara pagi itu dengan gaya anak muda jaman sekarang, cool-funky-gaul dan metropolis banget.

Menarik sekali topik yang mereka suguhkan pagi itu, yakni: “apa jadinya kalau sebuah bangsa tidak pernah ada di bumi ini?”. Mereka mulai dari apa jadinya kalau tidak pernah ada yang namanya Negara/bangsa Amerika di bumi ini. Maka, kata si penyiar ini, kita tidak pernah akan merasakan burger atau menikmati musik country. Begitu juga, apa jadinya dunia kalau tidak pernah ada Indonesia di bumi ini. Maka, kata si penyiar tadi dengan gaya kocaknya, barangkali Malaysia tidak mempatenkan batik atau angklung, karena kalau tidak ada Indonesia belum tentu ada batik dan angklung.

Kreatif dan menyadarkan, itu komentar saya dalam hati atas obrolan mereka pagi itu. Namun sayangnya saya tidak bisa meneruskan menyimak obrolan kedua penyiar tadi. Saya keburu masuk tol, dan sudah menjadi kebiasaan saya, kalau masuk tol jarang sekali saya mendengarkan radio, paling memutarkan lagu dari kaset-kaset lama saya.

Sesampainya di kantor, setelah membaca beberapa surat di meja dan menyapa semua staf saya di ruangan mereka, saya kembali ke ruangan saya. Saya kembali ke meja, dan mencoba menghilangkan pegal-pegal di badan sambil duduk. Saya memang kurang sehat, tapi saya paksakan masuk kerja. Sambil duduk, saya tiba-tiba mengira-ngira, apa ya terusan dari percakapan kedua anak muda di radio tadi pagi?

Saya tersenyum sendiri, ya pasti tambah rame lah, apa lagi gaya mereka membawakan acara tadi sangat kocak dan santai. Namun, tiba-tiba saya jadi mikir juga, apa ya jadinya dunia kalau misalnya tidak ada Amerika? Terus terang saya sama seperti kebanyakan dari warga dunia lainnya, tidak terlalu senang kepada kebijakan pemerintah Amerika beberapa tahun belakangan ini. Mohon dicatat, saya hanya tidak senang dengan kebijakan pemerintahnya, saya tidak pernah membenci orang Amerika secara keseluruhan. Saya rasa hal itu wajar, karena dulu juga sebagian besar rakyat kita tidak begitu senang dengan pemerintahan Orde Baru, tapi bukan berarti membenci bangsa sendiri. Dan setahu saya, tidak semua orang Amerika juga senang dengan kebijakan pemerintah mereka sekarang. Minimal, mereka yang tidak memilih Bush ketika pemilu yang lalu artinya memang tidak senang dengan dia semasa kepresidenan yang pertamanya.

Kembali ke persoalan apa jadinya dunia tanpa pernah ada Amerika, misalnya. Jelas, kalau tidak ada Amerika maka tidak pernah ada jeans, jazz, rock n roll, Hollywood, burger, hotdog, sekolah bisnis, komputer, internet, dan sebagainya. Namun dua hal penting yang tidak akan pernah terjadi di dunia ini kalau tidak ada Amerika adalah penyebaran demokrasi dan berakhirnya perang dunia kedua. Ya, kalau Amerka tidak pernah ada, maka tidak ada yang menjatuhkan bom atom di Hirosima dan Nagasaki. Maka PD-II akan berlangsung lebih lama. Itu juga berarti belum tentu kita bisa memproklamirkan kemerdekaan kita di tahun 45.

Kemudian, kalau kita tidak merdeka di tahun 45, maka belum tentu ada Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955. Itu artinya, sebagian besar bangsa-bangsa di Asia dan Afrika (termasuk Malaysia) MUNGKIN masih terus dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa hingga waktu yang lebih lama lagi.

Saya bukan ingin menyampaikan pesan agar kita jangan membenci Amerika, tapi hanya ingin menyampaikan atau katakanlah menyetujui pendapat kedua anak muda yang jadi penyiar radio tadi itu, bahwa dunia belum tentu seperti sekarang ini jika tidak pernah ada sebuah rangsa/Negara tertentu. Kita hidup saling berhubungan. Apa yang terjadi di sebuah sudut di suatu kota di sebuah Negara yang jauh dari kita, lambat tapi pasti, akan membawa dampak kepada kita, baik itu secara langsung maupun tidak. Begitupun apa yang terjadi di Irak, di Palestina, di Myanmar, atau di manapun di penjur dunia yang semakin borderless ini, pasti akan memberi dampak ke seluruh penduduk dunia.

Setiap apa yang kita lakukan pasti memberi kontribusi kepada warna kehidupan kita di muka bumi ini. Jadi tinggal kita putuskan, apakah kita akan memberi dunia warna warni yang indah dan harmonis atau coretan-coretan tidak karuan yang tak sedap dipandang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: